Categories
Uncategorized

Cara Mengobati Atresia Bilier dengan Benar

Perawatan untuk bayi atresia bilier adalah operasi Kasai. Pembedahan Kasai adalah salah satu Cara Mengobati Atresia Bilier dimana prosedur ini dilakukan dengan memotong saluran empedu yang tertutup dan menggantinya dengan bagian dari usus kecil. Operasi kick-off dilakukan sebelum bayi berusia 3 bulan, dengan tingkat keberhasilan 80%. 

Lakukan ini jika saluran empedu yang tertutup berada di luar hati. Jika saluran empedu hati tersumbat, dokter Anda akan merekomendasikan transplantasi hati. Prosedur ini dilakukan dengan jantung yang sehat dari donor dan saluran empedu yang tertutup, bukan hati. Transplantasi hati juga dilakukan pada bayi yang sudah memiliki sirosis.

Bayi dengan atresia bilier tidak dapat mencerna lemak dari ASI atau susu formula. Hal Ini dikarenakan empedu yang dibutuhkan untuk mencerna lemak tidak dapat mencapai usus. Kondisi ini tentu saja dapat menghambat pertumbuhan pada bayi. Selain mengalami gangguan pertumbuhan, komplikasi lain yang mungkin dapat terjadi pada bayi dengan kondisi atresia bilier adalah kekurangan vitamin, terutama vitamin A, D, E dan K. Kedua komplikasi ini dapat diobati dengan menyediakan makanan khusus atau obat-obatan dan suplemen vitamin.

Foto ardan bayi pengidap atresia bilier

Sumber detik.net

Pengobatan Atresia Bilier

Sebagai salah satu Cara Mengobati Atresia Bilier perlu dilakukan diagnosis atresia bilier, dokter pertama-tama akan bertanya kepada orang tua bayi tentang riwayat gejala dan riwayat keluarga penyakit tersebut. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda penyakit kuning, dan memeriksa warna urin dan feses bayi, jika ada. 

Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan menyentuh perut bayi untuk mendeteksi kemungkinan pembesaran hati (hepatomegali) atau pembesaran limpa. Atresia bilier memiliki gejala yang mirip dengan penyakit hati. Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter akan selalu melakukan tes darah untuk mengukur kadar bilirubin dalam darah. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan lainnya, seperti USG perut, sinar-X pada perut, atau kolangiogram (sinar-X saluran empedu). Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan sebagai Cara Mengobati Atresia Bilier adalah dengan melakukan pemindaian asam iminodiacetic (HIDA) hepatobiliary yang menggunakan sinar gamma, untuk menentukan kondisi saluran empedu. Jika perlu, biopsi atau pengambilan sampel jaringan hati dapat dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan sirosis atau untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit kuning yang disebabkan oleh kondisi lain.

Perawatan untuk bayi dengan atresia bilier adalah operasi Kasai. Dalam operasi Kasai, saluran empedu yang tertutup terputus dan kemudian digantikan oleh sebagian dari usus kecil. Operasi Kasai dilakukan sebelum bayi berusia 3 bulan. Tingkat keberhasilannya adalah 80%. Operasi ini dilakukan ketika saluran empedu yang tertutup berada di luar hati. Jika terjadi sembelit dari saluran empedu di hati, dokter akan merekomendasikan transplantasi hati sebagai Cara Mengobati Atresia Bilier. Prosedur ini dilakukan untuk menggantikan hati dengan hati donor yang sehat melalui saluran empedu yang tertutup. Transplantasi hati juga dilakukan pada bayi yang sudah memiliki sirosis hati.

Tidak diketahui, apa yang menyebabkan atresia bilier. Para ahli menyarankan bahwa gangguan ini terjadi tak lama setelah kelahiran anak, di mana saluran empedu anak ditutup. Kondisi ini menyebabkan empedu tersumbat dan menumpuk di hati, menyebabkan kerusakan hati. Bayi dengan atresia empedu terlihat normal saat lahir, tetapi pada minggu kedua atau ketiga setelah lahir, bayi tersebut menderita penyakit kuning. Berat bayi normal selama satu bulan setelah lahir, tetapi kemudian mulai menurun. Penyakit kuning, yang dialami seiring waktu, juga semakin memburuk.

Sumber, https://www.alodokter.com/atresia-bilier

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *